MENCENTAK WIRAUSAHA MILLENIAL MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Projek Penguatan profil pelajar Pancasila (PPPPP) menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak. Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia?”“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

Sebagai salah satu Sekolah Penggerak, SMA Negeri 1 Singorojo juga melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dibagi menjadi 3 tahap dan saat ini telah memasuki tahap yang kedua. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tahap 2 di SMA Negeri 1 Singorojo, sesuai rencana dilaksanakan mulai tanggal 21 Februari 2022 sampai dengan 8 Maret 2022 dengan mengambil tema “ Kewirausahaan”.  Judul Projek yang dicanangkan adalah “Mencentak Wirausaha Millenial Berbasis Kearifan Lokal”, dengan dilaksanakannya projek ini diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha millenial baru yang mandiri, kreatif dan tangguh dari SMA Negeri 1 Singorojo.

Projek ini terdiri dari 5 tahap, yaitu  pengenalan, kontekstualisasi, perencanaan, aksi, dan refleksi. Tahap pengenalan dan kontekstualisasi adalah bagian dari penyadaran kewirausahaan, dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pemacu untuk tumbuh dan berkembangnya sikap mental, cara pandang (mindset) serta motivasi untuk berwirausaha. Pada tahap ini siswa diajak untuk memahami apa arti dari wirausaha, perbedaan seorang wirausaha dan karyawan, menggali potensi diri dan sikap wirausaha, belajar tentang kearifan lokal dan etika berwirausaha serta melalui aktifitas-aktifitas yang menarik siswa diajak untuk menggali dan mengembangkan ide.

Tahap berikutnya adalah Perencanaan, ditahap ini siswa diajak untuk menyusun atau merencanakan usaha (Bussiness Plan), mulai dari usaha apa yang akan dilakukan, menentukan target pasar, menghitung modal, alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan serta menghitung harga jual dan pendapatan. Siswa juga diajak untuk belajar menganalisis usaha, apakah usaha yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak, berapa minimal terjual supaya terjadi Break Efent Point (BEP) secara sederhana sehingga minimal tidak rugi atau modal kembali.

Pada tahap Aksi siswa melakukan proses Produksi, mempelajari cara packaging, membuat label produk, foto produk serta belajar digital marketing dengan membuat toko di marketplace dan media sosial lainnya. Puncak dari kegiatan ini adalah “Market Day”, namun berhubung masih dalam suasana pandemi, maka kegiatan Market day dilaksanakan secara direct selling atau live melalui marketplace masing-masing.

Penutup dari program ini adalah kegiatan refleksi. Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk merefleksikan diri bagaimana kesungguhan mereka selama mengikuti kegiatan Projek, bagaimana perasaan mereka selama mengikuti projek, apa saja yang sudah dilakukan dan adakah hal menarik atau hal baru yang mereka dapatkan yang bisa menjadi bekal mereka di masa mendatang.

 

Penulis : Titik Suprapti | Editor : Tim Humas SMANSI

Share to

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *