HARI JADI PRAMUKA Ke-61

PRAMUKA SEBAGAI PEMBANGUN JIWA BERMASYARAKAT SISWA

 

Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan. SALAM PRAMUKA!

 

Hari jadi pramuka ke-61 baru saja berlangsung, walaupun telah berlalu semangat pramuka masih menggebu bagi siswa SMA N 1 Singorojo. Pramuka menjadi salah satu bidang pendidikan non-akademik di sekolah.

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Hakikatnya pendidikan mengajarkan seseorang untuk berpikir, berperilaku, dan memiliki pengetahuan yang luas. Menempuh pendidikan sama saja seseorang belajar mengenai segala bentuk komposisi hidup, mulai dari pengetahuan hingga keterampilan, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat dalam keberlangsungan hidup. Pendidikan tidak hanya berfokus pada bidang akademik, tetapi juga mengenai konsep bermasyarakat.

Pramuka memiliki peranan penting dalam menekan cara berorganisasi dan bermasyarakat. Banyaknya siswa yang menghindari kegiatan organisasi menjadi satu alasan berkumpulnya kegiatan-kegiatan  yang tidak memiliki nilai penting di dalamnya terutama kegiatan siswa setelah jam pelajaran berahir. Contoh kegiatan negatif siswa setelah pulang sekolah, seperti bermain media sosial tanpa batas, eksplorasi dunia maya tanpa disaring kontennya, dan sibuk menongkrong di tempat-tempat tertentu tanpa memberikan dampak positif.

Pramuka menjadi salah satu ektrakurikuler kegiatan wajib yang ditempuh siswa SD/SMP/SMA. Adanya pramuka di sekolah menjadi pembuka wawasan anak dalam hidup berkelompok yang mana pembelajaran di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, baik pada aspek tindak tutur, perilaku, proses berpikir, kepemimpinan, dll. Oleh karena itu, pramuka memiliki peran penting dalam membangun sikap positif siswa dalam mengisi waktu luang. Ketika siswa memiliki banyak waktu dan ruang kosong tanpa diisi hal positif tentunya menjadi awal mula terbentuknya kegiatan-kegiatan yang berkonotasi negatif.

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti masyarakat penuh kreasi. Pramuka yaitu sebutan untuk anggota gerakan pramuka, baik golongan Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, dan sebagainya. Gerakan pramuka menjadi wadah pembinaan dan pengembangan anggota guna membangun Gerakan Kepaduan Nasional Indonesia.

Mudahnya pramuka adalah subjek/pelaku/orangnya dan gerakan pramuka adalah organisasi/wadah kegiatan dari pramuka. Sedangkan kegiatan pramuka disebut kepramukaan yaitu kegiatan non-formal melalui pembinaan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah dalam bentuk terstruktur, menantang, menyenangkan,dll. Pramuka pada jenjang sekolah formal memiliki golongan di setiap jenjangnya yakni, Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Siaga

          Siaga merupakan golongan pertama pramuka pada jenjang Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) usia 7-10 tahun. Siaga mengamal dwi satya dan dwi darma

Penggalang

Penggalang merupakan tingkat lanjut dari siaga yang ditempuh pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) usia 11-15 tahun. Penggalang megamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma yang mana amalan tersebut memiliki tingkatan lebih kompleks dari siaga

Penegak

          Penegak merupakan golongan lanjutan dari penggalang yang ditempuh pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) usia 16-20 tahun. Sama halnya dengan penggalang, amalan yang dilaksanakan pada golongan penegak yaitu Tri Satya dan Dasa Dharma. Namun, terdapat perbedaan pada bunyi Tri Satyanya.

Penerapan pramuka di SMA N 1 SINGOROJO

Guna memberikan pengalaman dalam bidang sosial, pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib yang diikuti oleh siswa SMA N 1 Singorojo terutama siswa kelas X. Peranan pramuka dalam membangun siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, kehidupan bermasyarakat, beragama, dan cinta tanah air melalui berbagai macam kegiatan yang membangun. Pramuka menjadi kegiatan non-formal yang populer dan memiliki eksistensi di setiap negara. Hari pramuka diperingati pada tanggal 14 Agustus dan belum lama ini SMA N 1 Singorojo memperingati hari pramuka dengan upacara bendera yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X hingga kelas XII. Upacara dilakukan secara khidmat dan dipimpin oleh pembina pramuka. Tak hanya itu, untuk memeriahkan hari Pramuka siswa diminta untuk mengunggah twibbon sebagai upaya memperingati hari pramuka.

Kepramukaan di SMA N 1 Singorojo dilaksanakan setiap satu minggu sekali pada hari jumat setelah KBM berakhir. Memberikan pendidikan dan materi dalam hidup bermasyarakat berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dhasa Dharma Pramuka. Tri Satya berasal dari dua kata “Tri” dan ”Satya” artinya tiga janji yang mendasari pramuka yang bunyinya “Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh (1) Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila, (2) Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, (3) menepati dasa dharma.”

Sedangkan Dhasa Dharma memiliki arti 10 pedoman yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari yang terdiri dari: (1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, (3) Patriot yang sopan dan kesatria, (4)Patuh dan suka bermusyawarah, (5) Rela menolong dan tabah, (6) Rajin, terampil, dan gembira, (7) Hemat, cermat, dan bersahaja, (8) Disiplin, berani, dan setia, (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, dan (10) Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Tri Satya dan Dhasa Dharma dapat menjadi tolok ukur pola tingkah laku siswa untuk hidup mandiri, religius, menghormati sesama manusia, cinta alam dan tanah air, dan berbakti kepada orang tua. Pada 2 September 2022 mendatang rencananya akan dilaksanakan kegiatan pengambilan badge ambalan bagi siswa kelas X SMA N 1 Singorojo. Selamat hari Pramuka, semoga pramuka semakin jaya dan adik-adik semua dapat menjadi anggota pramuka sejati yang berbakti pada NKRI.

Salam Pramuka!!

Share to

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *