PELAJAR PANCASILA DAN UPAYA MEWUJUDKAN DEMOKRASI
Peserta didik SMA adalah generasi penerus bangsa yang dalam era mereka bersekolah di SMA ini akan masuk kedalam masa penentuan kelanjutan sistem pemerintahan. Ketika mereka sadar penuh bahwa suara mereka memiliki arti meskipun mereka menjadi pemilih pemula, mereka akan merasa dengan memberikan suara mereka, mereka telah mengambil bagian dalam proses demokrasi.
Sistem pengambilan suara juga dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan/mufakat. Bentuk musyawarah untuk mendapatkan mufakat sebagai bagian dari proses dasar berdemokrasi harus dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk berlatih sebelum terjun ke praktik demokrasi yang lebih luas.
Proyek ini dimulai dengan tahap pengenalan, murid diajak mengenal demokrasi dan sistem demokrasi di Indonesia. Peserta didik juga diajak menganalisis peran pemuda dalam demokrasi, menggali lebih dalam tentang pentingnya partisipasi tiap individu dalam kelompok, mulai dari kelompok kecil hingga dalam konteks masyarakat luas. Peserta didik diajak mendiskusikan pelaksanaan demokrasi mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Setelah tahap pengenalan, murid masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan circle time untuk membuat kesepakatan kelas, penggunaan media sosial dalam demokrasi (megekspresikan pendapat), membuat champaign “Santun dalam berdemokrasi”, serta melakukan simulasi pemilihan umum. Selama proses projek ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami.
Tahap selanjutnya adalah tahap perencanaan, di tahap ini peserta didik melakukan, pembentukan tim pemilihan umum sekolah yang nantinya akan menjadi pelaksana rangkaian kegiatan pemilihan pengurus OSIS di di sekolah.
Di tahap terakhir yaitu Aksi, peserta didik menuangkan aksi nyata mereka dalam kegiatan pemilihan pengurus OSIS, kegiatan dimulai dengan sosialisasi pemilihan pengurus OSIS oleh tim
Pemilihan Sekolah , proses pengisian formulir pendaftaran dan penyusunan visi misi, seleksi pengurus dan pengumuman bakal calon, pembentukan tim sukses, kampanye terbuka, serta pucaknya di pemilihan umum sekolah. Sistem pemungutan suara sehingga diharapkan dapat menjadi pemicu dari terealisasinya ekspresi diri mereka dalam mengikuti proses pemungutan suara dalam Pilkada dan Pemilu.
Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis beserta sub-elemen
terkait yang dijabarkan secara detail pada dokumen ini.
